Kamis, 27 Agustus 2015
Waktu
Waktu adalah hal yang tidak akan pernah kembali. Tidak, Walaupun kita berteriak sampai suara kita ikut menghilang, walau kita menangis hingga mata kita enggan untuk terbuka.
Waktu adalah hal yang akan senantiasa berjalan kedepan tanpa ragu. Seberapapun hari kita penuh dengan kebimbangan untuk melangkah, waktu akan dengan senang hati melindas kita bila kita memutuskan untuk berhenti.
Waktu adalah ribuan detik yang selalu berdetak hingga tanpa kita sadari sedang menjalani berbagai macam hal yang kita gemari maupun kita benci.
Waktu adalah sebuah ukuran yang sampai saat ini aku selalu membayangkan ketika aku ingin mencoba untuk mengulangnya.
Waktu adalah sebuah gumpalan kenangan, ketika kita sudah menganggap semua itu terjadi dan segalanya itu hanya bersifat usang, dan waktu adalah rencana ketika yang akan disiapkan untuk kita hadapi kelak nanti.
Waktu adalah tempat yang mampu untuk melahirkan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan semacamnya.
Waktu.
Senin, 24 Agustus 2015
SIAPAKAH Aku?
Aku. Adalah ia yang tak selalu kau cari.
Bahkan seringkali kau lupakan.
Hingga kau anggap aku menghilang.
Padahal aku... Tak pernah beranjak sedikitpun.
Kamu saja yang lupa menyimpanku dimana, kapan, dan kenapa?
Kamu terlalu sibuk dengan mengeluhkan padahal denganku kau bisa mendapatkan apa yang kau keluhkan kala semesta tak mau mendengarkan.
Aku adalah jemari kurus yang luput kau genggam, apa karena aku kurus maka dari itu kamu lebih suka mengacuhkan aku disudut rumahmu dan mengabaikanku kala cahaya dan angin mengingatkanmu membawa serta aku ketika kamu hendak bepergian. Apakah aku tidak pantas ikut serta merta menemanimu dan bahkan membantumu sesekali?
Aku adalah sesuatu yang iri pada awan, serta rimbun dedaunan yang kau cari ketika sore menjelang dan kau merasa ingin duduk-duduk saja entah sendiri atau berdua disemak belukar kota.
Aku adalah ia yang bisa melindungi punggung tangan yang seringkali hinggap dikelapamu ketika hujan sedang menangisi rindunya pada dada semesta, ketika kamar mandi Tuhan bocor dan tukang ledeng-Nya entah dimana?
Aku adalah ia yang rindu kau bawa-bawa meski kau lupakan aku dalam sebuah tawa yang sulit untuk dilupakan. Setidaknya, kapanpun kau butuhkan, aku tidak hanya berkarat diujung harap. Aku dapat memelukmu dengan teduh, pun dengan kering.
Sudah ingatkah bahwa aku ada?
Siapakah aku?
Senin, 10 Agustus 2015
Ajari aku
Ajari aku membaca hujan
Agar aku mampu membaca air matamu meski lamat-lamat.
Ajari aku mendengar angin
Agar aku sanggup mendengar lirih jeritan mata dibalik bahana suaramu.
Ajari aku meraba langit
Agar aku tak tersesat dibalik ilalang peta tubuhmu.
Ajari aku melihat doa
Agar aku mampu menangkap panjatan kalbu yang selalu kau ucap.
Ajari aku menikam pedih
Agar aku mampu merasakan jeruji hati dalam lirih.
Jumat, 07 Agustus 2015
Tumbuhan kecil
Tumbuhan ini tumbuh dengan bahagianya, tanpa peduli ada yang menggangunya, tanpa peduli Manusia memiliki pandangan kecil terhadapnya, karena jika Manusia lain berniat untuk menggilasnya, dia pun menerimanya tanpa ada ronta-ronta keamarahannya, tetapi Manusia sepertiku melihat sisi keindahan tumbuhan ini dengan cara menjatuhkan kepalaku sejajar dengan si Tumbuhan kecil ini.
Lalu kuambil gadget ku, dan aku memulai mencoba untuk mengabadikannya dengan gayanya yang teramat indahnya, seolah dia sudah berpose dengan kesiapannya memberi tahu diriku akan kesediaan dia untuk aku abadikan.
Dibantu dengan cahaya mentari yang semangat untuk memberitahu kepalaku bahwa ada banyak keindahan yang mampu untuk diraih tanpa harus berusaha dan berkorban yang begitu berarti untuk hidupku yang sekarang, masa lalu, dan masa yang akan datang.
Aku dapati tumbuhan seperti ini dibelakang halaman tempat tinggal nenekku sewaktu aku mudik kemarin. Karena mungkin aku Manusia yang suka menyendiri, Manusia yang suka dengan alam, suka dengan angin, suka dengan yang bersifat asri, yang bersifat permai, yang bersifat damai.
Tapi aku rasa setiap Manusia sama denganku, bedanya mungkin dari cara mereka memelihara dengan baik hati dan jiwanya yang keharusannya secara sigap melihat sesuatu hal yang sulit terlihat untuk belajar menanam sesuatu hal yang bersifat pekat.
Senin, 03 Agustus 2015
karena Blogger
Tentang Blogger. Aku ingin menceritakan pandangan aku tentang blogger ini. Dulu disaat aku masih sekolah dibangku SMP. kelas 1. Mungkin disini awal jaman mulai berubah pesat dari para pendahulu. Di era itu aku sudah bisa merasakan yang namanya INTERNET. Dan disitu pula aku mengenal yang namanya BLOGGER ini. Singkat cerita, karena sudah ada layanan INTERNET ini, mungkin hampir setiap hari dimasa itu aku selalu menyempatkan diri untuk mencari tau, apasih yang ada didalam INTERNET ini? dan aku pun telah memasuki sebuah jasa penyewaan internet tersebut, atau bahasa gaulnya yang sekarang itu "WARNET". setelah aku memasuki warnet tersebut, terdapat ada sebuah tempat yang masih kosong, aku langsung bergegas untuk menempatinya, karena dijaman aku dulu, warnet itu tidak ada sepinya, karena ya itu tadi, ada hal baru dalam jamanku saat itu, siapa saja, kalangan apa saja saat itu mampu menikmati sajian yang disebut INTERNET.
Lalu tanpa berlama-lama aku mulai merambah dan mencari tau apa itu INTERNET, dan setelah aku buka browser Internet, disitu terdapat logo yang berada diawal postingan ini dengan membentuk huruf "B". Yap! BLOGGER, aku sempat bertanya pada diri sendiri tentang hal ini, lalu tanpa banyak waktu yang tertunda aku mulai mencari tau akan BLOGGER ini, dan yang aku fahami dari BLOGGER ini ternyata sebuah blog yang memberikan sebuah intuisi untuk pembuatnya yang akan disebarkan melalui berbagai macam sarana social media untuk dapat dibaca oleh sang pembaca, termasuk aku yang sekarang.
Dan karena memang aku seseorang yang bisa dikatakan gemar membaca, lalu aku cari taulah blogger ini, disaat itu, berbagai macam cerita, pengalaman, karakter, kepribadian, kegemaran, opini, prinsip, bisnis, pengetahuan, hobi, dan masih banyak hal lain yang orang-orang ceritakan dalam blog ini, dari situ aku jadi bisa lebih tau tentang apa yang terjadi didunia ini melalui blog ini, dan tanpa sadar hal ini membuatku cukup betah berlama-lama dalam warnet tersebut yang juga disajikan dengan lagu-lagu yang aku suka, karena dilain sisi karena aku suka membaca, aku juga suka musik, musik apapun itu, tapi untuk kesempatan itu aku sedang menggemari musik yang disajikan oleh Dream Theater yang saat itu mereka sedang merilis Album yang dinamai "Metropolis Pt.2: Scenes from a Memory".
Lanjut cerita, aku selalu membaca blog demi blog yang disajikan oleh Mbah Google itu, lambat laun aku mulai berfikir "kenapa dari tadi aku bacain blog orang? Kenapa ga aku bikin blog sendiri?" dan aku menanyakan lagi pada diri sendiri "Tapi, gimana buatnya? Dan mau ngapain juga setelah punya blog? Mau nyeritain apa? Apa aku harus curhat kaya mereka gitu? Kayanya engga deh". Karena disaat itu, dimana dimasalalu ku, aku memang meiliki kepribadian 'agak' tertutup, dan ga semudah orang lain untuk berbagi cerita, yang lebih familiar dengan sebutan "curhat". Jadi aku berfikir lagi, lebih baik aku menikmati tentang apa yang orang lain publish-kan disini (blog), karena dengan cara seperti ini pun, aku dapat memahami dan mempelajari sesuatu hal yang orang lain lakukan sebelum dan sesudahku. Tak terasa juga waktu yang aku tentukan untuk menyewa Internet dalam warnet tersebut akan habis, akupun segera menutup Billing tersebut dan membayarnya pada kasir. Diperjalanan pulang menuju rumah aku masih memikirkan untuk membuat blog tadi, tapi kayanya aku harus segera menghapuskan fikiran itu. Karena gak mungkin bagiku, bukan karena aku tak mampu untuk membuatnya, tetapi itu tadi, aku memiliki kepribadian yang agak tertutup.
Selama itupun akhirnya aku dapat menghapuskan fikiran itu cukup lama, hingga aku yang sekarang berumur 21 Tahun. Bayangkan betapa lamanya aku menunda sesuatu yang aku inginkan dari dulu hingga sekarang, hanya karena aku terlalu me-munafik-an kepribadianku saat itu.
Yap! Aku yang sekarang telah diseleksi bersama alamku, dimana aku mendapatkan dera dan godaan, cobaan dan pengalaman, cara menanggapi sesuatu hal, mendapatkan cara untuk mengabadikan berbagai macam peristiwa, dan aku sadari, sudah waktunya pun aku untuk memiliki dan mempublish tentang apa yang aku mau dan apa yang aku inginkan.
PS: "Jangan pernah menyembunyikan dirimu ketika mungkin memang seharusnya harus kamu keluarkan apa yang ada pada dirimu."
Minggu, 02 Agustus 2015
Bukan Tidak Butuh Pasangan.
Tentang persoalan ini, hanya saja aku sedang gemar menikmati kesendirian dan mencari kesejatian arti "kesendirian" itu sendiri.
Siapa sih didunia ini yang tak butuh teman berbagi? Hanya saja tidak semudah itu untuk menemukan seseorang yang diinginkan. Tidak semudah itu juga mendapatkan seseorang yang sesuai dengan apa yang ingin diminati. Harus diingat baik-baik, memiliki pasangan itu bukan sekedar hanya takut dibilang sendiri. Sepantasnya lebih dari itu. Karena memang, untuk membahas "sendiri" aku sudah terbiasa akan hal ini. Jadi bagiku bukan menjadi momok yang menakutkan bagi diriku.
bagiku, cara untuk mencari pasangan itu yang dapat "mengimbangi". Jika sedang ngobrol terasa lebih nyaman, jika sedang memiliki masalah bisa menjadi teman diskusi, jika memiliki ide-ide brilian mampu menjadi bahan pertimbangan, atau pun bisa melakukan hal-hal yang sesuai kesepakan yang telah dikomit. Ini menurut aku. Untuk menemukan orang yang seperti itu tidaklah mudah. Bukan juga untuk mencari yang sempurna, aku tak berharap akan hal itu. Tetapi karena memang tidak ada yang sempurna didunia ini. Aku hanya mencari yang memiliki kemampuan untuk saling mengimbangi itu tadi.
Sebab aku sudah tidak berminat untuk memiliki pasangan hanya untuk berdebat tentang sesuatu hal yang tak penting. Pasangan yang saling bersikeras ego. Pasangan yang tak lain hanya jadi sebuah beban. Sudah saatnya memikirkan pasangan itu yang mau berusaha. Berusaha untuk lebih mendewasakan segala hal. Walau kadang untuk mengukur diri sendiri itu belum amat begitu dewasanya, tetapi untuk dewasa selalu aku perjuangkan, selalu aku usahakan. Dan memiliki pasangan yang sudah memiliki masa depan. Masa dimana aku dengannya tidak menjadi pasangan yang meragu. Dan juga bukan hanya menikmati apa yang ada didepan mata, tetapi sama-sama untuk berusaha.
Karena itu aku tidak ingin terburu-buru untuk perihal ini. Sebab apa pun yang dijalani dengan yang bersifat terburu-buru tidak memiliki bekal pertimbangan yang matang. Seringkali menghasilkan hal-hal yang kurang menyenangkan bahkan lebih dari kurang itu sendiri. Karena aku mencoba belajar dari hal tersebut. Bukan juga takut akan patah hati. Hanya saja memang sudah saatnya memikirkan hal yang lebih serius. Kalau pun nanti akan patah hati pula saat memiliki pasangan yang dicari, mungkin memang harus lebih slektif dan lebih jeli lagi kedepannya. Yang terpenting, saat ini aku hanya ingin menikmati kesendirian ini.
Aku masih ingin membahagakan diri sendiri terlebih dahulu. Memanjakan diri sendiri pun pasti. Melakukan hal-hal yang membuat diriku bahagia. mengerjakan hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas diriku, dan akupun ingin lebih meluangkan banyak waktu bersama Ibuku. Karena aku menyayangi beliau.
Untuk ukuran seorang laki-laki, kita memang harus bekerja lebih ekstra keras. karena bagiku "Harga diri laki-laki itu, kerja keras". Sebab, disuatu saat telah memiliki pasangan itu, aku harus menjamin dan meyakini bahwa aku sendiri sudah mampu membahagiakan diri ini, dan selanjutnya agar bisa membahagiakan pasanganku kelak. Seandainya untuk membahagiakan diri sendiri masih belum mampu, mana mungkin aku bisa membahagiakan pasangku kelak? Ini menurut aku.
Benar ujar Ibuku saat sedang sharing denganku, bahwa aku harus menyelesaikan "study"ku. Jika aku telah menyelesaikan study ku, kenikmatan dan kebahagiaan akan terbuka lebar dengan sendirinya, percayalah. Jadi seperti itulah diriku yang sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)





