Minggu, 02 Agustus 2015

Bukan Tidak Butuh Pasangan.



Tentang persoalan ini, hanya saja aku sedang gemar menikmati kesendirian dan mencari kesejatian arti "kesendirian" itu sendiri.
Siapa sih didunia ini yang tak butuh teman berbagi? Hanya saja tidak semudah itu untuk menemukan seseorang yang diinginkan. Tidak semudah itu juga mendapatkan seseorang yang sesuai dengan apa yang ingin diminati. Harus diingat baik-baik, memiliki pasangan itu bukan sekedar hanya takut dibilang sendiri. Sepantasnya lebih dari itu. Karena memang, untuk membahas "sendiri" aku sudah terbiasa akan hal ini. Jadi bagiku bukan menjadi momok yang menakutkan bagi diriku.

bagiku, cara untuk mencari pasangan itu yang dapat "mengimbangi". Jika sedang ngobrol terasa lebih nyaman, jika sedang memiliki masalah bisa menjadi teman diskusi, jika memiliki ide-ide brilian mampu menjadi bahan pertimbangan, atau pun bisa melakukan hal-hal yang sesuai kesepakan yang telah dikomit. Ini menurut aku. Untuk menemukan orang yang seperti itu tidaklah mudah. Bukan juga untuk mencari yang sempurna, aku tak berharap akan hal itu. Tetapi karena memang tidak ada yang sempurna didunia ini. Aku hanya mencari yang memiliki kemampuan untuk saling mengimbangi itu tadi.

Sebab aku sudah tidak berminat untuk memiliki pasangan hanya untuk berdebat tentang sesuatu hal yang tak penting. Pasangan yang saling bersikeras ego. Pasangan yang tak lain hanya jadi sebuah beban. Sudah saatnya memikirkan pasangan itu yang mau berusaha. Berusaha untuk lebih mendewasakan segala hal. Walau kadang untuk mengukur diri sendiri itu belum amat begitu dewasanya, tetapi untuk dewasa selalu aku perjuangkan, selalu aku usahakan. Dan memiliki pasangan yang sudah memiliki masa depan. Masa dimana aku dengannya tidak menjadi pasangan yang meragu. Dan juga bukan hanya menikmati apa yang ada didepan mata, tetapi sama-sama untuk berusaha.

Karena itu aku tidak ingin terburu-buru untuk perihal ini. Sebab apa pun yang dijalani dengan yang bersifat terburu-buru tidak memiliki bekal pertimbangan yang matang. Seringkali menghasilkan hal-hal yang kurang menyenangkan bahkan lebih dari kurang itu sendiri. Karena aku mencoba belajar dari hal tersebut. Bukan juga takut akan patah hati. Hanya saja memang sudah saatnya memikirkan hal yang lebih serius. Kalau pun nanti akan patah hati pula saat memiliki pasangan yang dicari, mungkin memang harus lebih slektif dan lebih jeli lagi kedepannya. Yang terpenting, saat ini aku hanya ingin menikmati kesendirian ini.

Aku masih ingin membahagakan diri sendiri terlebih dahulu. Memanjakan diri sendiri pun pasti. Melakukan hal-hal yang membuat diriku bahagia. mengerjakan hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas diriku, dan akupun ingin lebih meluangkan banyak waktu bersama Ibuku. Karena aku menyayangi beliau.

Untuk ukuran seorang laki-laki, kita memang harus bekerja lebih ekstra keras. karena bagiku "Harga diri laki-laki itu, kerja keras". Sebab, disuatu saat telah memiliki pasangan itu, aku harus menjamin dan meyakini bahwa aku sendiri sudah mampu membahagiakan diri ini, dan selanjutnya agar bisa membahagiakan pasanganku kelak. Seandainya untuk membahagiakan diri sendiri masih belum mampu, mana mungkin aku bisa membahagiakan pasangku kelak? Ini menurut aku.

Benar ujar Ibuku saat sedang sharing denganku, bahwa aku harus menyelesaikan "study"ku. Jika aku telah menyelesaikan study ku, kenikmatan dan kebahagiaan akan terbuka lebar dengan sendirinya, percayalah. Jadi seperti itulah diriku yang sekarang.




4 komentar: