Minggu, 11 Oktober 2015

untuk Oktober



Untuk yang tidak seharusnya dipertanyakan dan yang tidak mampu disampaikan.

Sebuah rahasia tidak akan bisa disampaikan melalui apapun. Ia adalah bahasa yang tidak bisa dimengerti, denyut yang tidak sanggup dikenali oleh apapun yang tidak sanggup dikenali oleh panca indra. Larik-larik puisi, lembar-lembar yang tabah ditulis, hanya kadang menyembunyikan diantara diksi. Sepeti halnya nada-nada yang digaungkan alat musik, atau bisa juga kata-kata yang keluar dari mulut seseorang. Tapi ia tidak memberitahukan apapun, ia samar dimataku, ia gamang yang ditangkap telingaku, ia seperti enggan untuk aku rasakan.

Pada apa saja yang seharusnya dipertanyakan, tidak pernah ada sebuah jawaban. Ditinggalkan pemiliknya yang sepertinya sudah tidak mau tahu lagi, mungkin ia lupa, mungkin ia sengaja melupakan.

Pada apa saja yang seharusnya disampaikan, kadang rahasia dibiarkannya tetap terkunci, sengaja disembunyikan, atau memang terlanjur hancur hingga tak mampu untuk sekedar menyiratkan rasa syukur sekalipun.

Apa yang tidak mampu disampaikan, kadang memang semestinya dibiarkan. Hilang terlupakan, tidak seharusnya dipertanyakan.

Selalu menjadi sebuah penantian dimana sesuatu hal akan terjadi, sesuatu hal akan tiba, dan terdiam sepi ketika hal itu sedang terjadi. Ini kisahku pada Oktober, ini lahirnya aku pada Oktober, ini pesan aku untuk Oktober, wahai Oktober. Tetaplah mengesankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar