Senja bukan kalender.
Jangan kau hitung senja ini dengan suatu rasa yang benar-benar telah kau rasakan untuk saat ini.
Cukuplah jadikan senja ini menjadi sebuah pertemuan antara kau dengan ia yang telah kau damba.
Senja bukan beker.
Senja tak akan berdering dengan kencang dan nyaring bunyinya tepat disamping daun telingamu hanya untuk memberitahu bahwa ia telah tiba pada waktu kesekian kalinya dan telah siap untuk kau nikmati.
Senja bukan catatan.
Dimanapun kau coba untuk mengaksarakan pinta-pintamu pada ia untuk dijadikan sebuah do'a.
Dan juga tidak memaksamu untuk menjadikan ia merasa terpuji pada saat kau telah merasa kagum olehNya.
Tetapi Senja adalah ciptaan Tuhan.
Tuhan dengan begitu Maha Pemurah dan Maha Pengasihnya telah membiarkan sebuah lukisanNya menjadi bentuk karyaNya sebagai pertunjukan tiap pukul empat hingga enam pagi dan sore hari menjelang.
Senja ada dan tercipta hanya untuk kau nikmati.
Entah ketika kau seorang diri, berdua, atau bahkan dengan banyak orang yang sama sepertimu.
Lihatlah ia dengan bulat binar matamu, dan sunyi jiwamu saat ia datang menghampirimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar