Senin, 07 September 2015

Senja Pukul Lima Pagi Buta



Seringkali aku kisahkan tentang malam dan cerita yang tak kenal pagi bahkan matahari
Menjelang Fajar saat mentari sedang bersolek manja tepat berada diantara mega-mega kelopak mataku
Sebelum ia muncul dengan sinar menampari langit dengan ronanya
Dan aku sudah terbangun dari nyenyaknya rasa kantuk

Menepi didepan mulut rumahku dengan secangkir teh manis hangat yang kuciptakan sendiri
Mendengar jeritan seekor ayam yang jarang untuk saling bersaut-sautan
adapun beberapa burung yang ria terbang menembus sejuknya pagi itu
Merasakan ribuan embun hinggap disekujur tubuh, menimbulkan rasa tiris yang amat asing

Aku sandarkan kepalaku diantara tembok-tembok bisu yang enggan untuk aku sapa
Mengingat kembali tentang kebosanan ditiap hari yang melulu aku jalani
Selalu terjadi kemelut dalam rasa jenuh yang berada disetiap ujung sepiku
Aku sedang melihat rekaman banyak hal yang sedang aku perjuangkan dan banyak pula sesuatu hal yang sedang aku usahakan dalam kepalaku

Kecilnya untuk berjumpa diSenja Pukul Lima Pagi Buta, banyak sekali rasa syukur yang menhujani ragaku dikala itu
Oh nikmatnya... Terimakasih Tuhan, aku sedang menikmati sajian indahMu yang telah Kau hidangkan pada semesta ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar