Biarkan rindu ini tenggelam bersama derasnya hujan
Dimana hujan adalah pemberian Tuhan yang selalu aku dambakan
Karena aku tak pernah tau betapa beratnya memikul kenangan
Yang selalu kau sadari bahwa kenangan itu hanya sebuah anyaman
Embun yang turun dilangit kamarmu, membawa setumpah rinduku
Dan untuk kesekian kalinya aku kalah untuk menutupi bahwa sebuah ingatan tak lagi mengekalkanmu
Nyatanya bahasa tubuh memang segaris lurus dengan bahasa hati
Hal yang sia-sia jika kusamarkan melalui bait-bait kata yang selalu kau ludahi
Letih-letih ini selalu terlempar jauh diantara belalak rindu yang kau damparkan
Dan akan selalu kau taburi sisi-sisi puing hatiku menjadi gumpalan masa dibalik kenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar