Angin selalu memahami kemana arah hembusannya harus berlari
Seperti ia yang selalu mencoba untuk meriakkan tenangnya air dalam sepi
Dan mencoba untuk menyusup dalam lubang pori-pori kulit
Menyebabkan reaksi yang membuat hal tersebut tak terasa sakit
Untuk apa ada kata kita saat berjalan seiring
Untuk apa kau sebut kata kita jika kita tak mampu bersanding
Ku tak ingin bersamamu hanya karena takut sendiri
atau bersamamu hanya karena ketakutan akan sepi
Lalu kau berpura-pura untuk lupa bahwa rasaku telah hilang terbawa angin senja
Dan kau merelakan mentari terbenam tanpa ada alasan yang kusebut itu Do'a
Tidak ada komentar:
Posting Komentar