Aku, mencintai apa yang telah Tuhan ciptakan untuk semesta ini.
Seperti hujan, awan, langit dan segala sudut semesta itu sendiri jika itu memang ada.
Seperti aku yang ingin mencoba untuk bermeditasi pada aroma semesta yang diciptakan olehNya.
Dipagi hari, aku selalu menikmati pandawa ciptaanNya yang telah aku jalani disetiap hari.
Sadarnya, mungkin telah aku lewati banyak-banyak kisah tentang berbagai macam kebahagian dan perasaan dimasa lalu.
Ini bukan salahnya aku, maupun salahnya orang-orang yang telah ada dalam deretan cerita hidupku, bukan juga waktu yang begitu cepat berlalu.
Ini adalah sebuah keadaan dimana ada banyak sekali rasa pahit, perih dan sakit yang telah aku terima dengan orang yang pernah ada didalam peran hidupku untuk urusan perasaan.
Namun, untuk menyembuhkannya pula banyak sekali hal yang mampu aku lakukan dan yang jelas adalah bersumber dari diri aku sendiri.
Yang aku sadari, bukan tentang aku yang mencari kebahagiaan itu, bukan juga aku yang memaksakan mereka untuk membuat aku menjadi senang terhadapku.
Aku mampu untuk membuat kebahagiaan itu sendiri.
Menurutku, ternyata aku harus menyadarkan diri aku lebih dalam lagi, berfikir dalam kesendirian, berkaca pada kesepian, dan melihat jelas diriku sendiri hingga tersadar bahwa segala sesuatu yang telah aku jalani dimasa lampau adalah bualan perasaan kantuk-ku yang tak kunjung bisa aku lelapkan pada kelopak mata dan perasaanku.
Ada sesuatu kekejaman yang telah aku terima dan begitu sulit aku lakukan untuk menjadi kejam juga kepada seseorang yang telah melakukan pengkhianatan itu. Karena aku sadar aku terlahir bukan untuk menjadi PEMBENCI.
Justru aku berterima kasih banyak untuk mereka yang telah berkhianat kepadaku. Bahwa sesungguhnya mereka telah jujur untuk mengakui diri mereka itu pengkhianat, hingga aku tak sempat dan tak ada waktu untuk mencurigainya, karena itu bukan diriku.
Karena jika aku tau rasanya dibuat sakit melalui perasaan tetapi aku tetap melakukannya, bukankah aku sama kejamnya dengan pengkhianat itu?
Sangat mudah sebetulnya untuk diriku yang ingin seperti para pengkhianat itu, tetapi tak bisa aku lakukan karena aku bukanlah mereka.
Bolehlah di bukukan kalo ngga di novelkan, sungguh kata kata penggugah selera, salam kopi hehe
BalasHapusAh gua mah nulis kaya gini cuma pengen ngedengerin kata hati gua aja sih bror wkwk ga lebih daei itu. kalem aja. Ga suka kopi bror haha
HapusAh gua mah nulis kaya gini cuma pengen ngedengerin kata hati gua aja sih bror wkwk ga lebih daei itu. kalem aja. Ga suka kopi bror haha
Hapus