Semoga kau tidak mendengar kata pemuda-pemudi tanggung yang merasa memahami dunia setelah menaklukkan puluhan perasaan, padahal dunia jauh lebih besar dari sekedar urusan percintaan dua pasang Manusia apalagi isi celana.
Aku membayangkan kau akan gemar membaca atau paling tidak berpikiran terbuka, mendengar, dan tak ragu belajar.
Setiap dari kita akan sesekali berada disebuah waktu yang jatuh dalam kesalahan; semoga kita memiliki nyali untuk meminta maaf dan tak mengulangi, tak bersembunyi dibalik punggung mereka yang bisa jadi tak tahu apa permasalahannya.
Semoga kau juga gemar menertawai kecerobohan dan kebodohan yang kau perbuat sendiri, tak memaki-maki apa yang tidak kau ketahui, dan mencoba mengerti yang tak kau pahami. Dunia ini sungguh teramat luas untuk pikiran-pikiran sempit.
Aku berdo'a agar kau tetap memelihara kanak-kanak dalam dirimu. Kita akan berlarian ditrotoar jalan utama, menari kegirangan dibawah lebatnya hujan, menyanyi dan tertawa setelah pertunjukan; tak peduli pada sekitar kita yang ganti menunjuk-nunjuk kita.
Semoga kau datang padaku ketika kau sedang menjalani kesibukan yang menjadi kecintaanmu sehingga kita bisa saling berbagi cerita tentang cinta; cintaku pada kertas-kertas dan pena, cintamu pada apapun yang sedang kau lakukan sepenuh jiwa. Aku membayangkan matamu akan berbinar, semangatmu akan menular, setiap kali kau ceritakan hari-hari yang telah kau jalani.
Bila kau lelah karena kesibukanmu, semoga kau punya kesenangan yang mengalihkan penat atau menyembuhkannya, yang bisa kau kenalkan bila kebetulan ia asing bagiku, atau yang bisa kita lakukan bersama-sama karena ia sama-sama hobi kita. Kau akan punya waktumu sebagai Manusia, aku akan punya waktuku sebagai Manusia. Kita akan baik-baik saja walau tak setiap waktu untuk berdua.
Semoga kau melihat setiap kali aku sedang berusaha dan berpindah untuk membawa semangat yang aku miliki. Semoga kita bisa berbagi beban, menyeret benda-benda bawaan kita seolah sedang pergi liburan.
Semoga kita bisa berbagi musim hujan diantara belahan terindah Negeri ini, meracik tawa yang tanpa sengaja selalu menjadi ciptaan kita yang tak ada habisnya, meramu ide-ide brilian untuk kita tumpahkan pada secarik kertas atau menyusun rapih rencana demi rencana yang entah akan menjadi seperti apa?
Kepada kekasihku kelak, aku tidak membayangkan dirimu ada disudut mana, tetapi aku mengira mungkin saja kita belum berjumpa. Entah siapa dirimu, tetapi aku meyakini diriku bahwa suatu hari nanti Tuhan akan menemukan aku dengan mu, dan sebagai keharusan bahwa kita akan bersatu. Amin.
amiiinnnnnn
BalasHapus